Bahasa Indonesia
English
You are here
Dosen UNY Edukasi Siswa SMPN 6 Langsa: Uji Kualitas Air dan Pengendalian Vektor Penyakit Pascabanjir Langsa

Langsa, Aceh – Tim Pengabdian kepada Masyarakat FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang diketuai oleh Dr. Anna Rakhmawati, S.Si., M.Si. melaksanakan program Edukasi Terpadu Kesehatan Lingkungan Pascabanjir di SMPN 6 Langsa, Kota Langsa, Aceh. Program ini hadir sebagai respons atas dampak banjir bandang November–Desember 2025 yang menyebabkan 87% sumber air terkontaminasi, lonjakan kasus diare hingga 312%, DBD 156%, serta kemunculan 12 kasus leptospirosis baru yang menyerang 487 siswa dan ribuan warga Kota Langsa.
Dr. Yunita Fera Rahmawati, S.Pd., M.Sc., dosen Departemen Pendidikan Biologi FMIPA UNY, memimpin workshop pengendalian vektor penyakit. Siswa dilatih mengenali ciri khas nyamuk Aedes aegypti corak loreng putih-hitam pada tubuh dan kaki penyebab DBD yang populasinya melonjak 380% pascabanjir. Materi dilengkapi dengan demonstrasi gambar dan video nyamuk serta lalat, praktik survei jentik langsung di lingkungan sekolah, serta penerapan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur) dan abatisasi mandiri menggunakan larvasida lokal.
Melalui media Diorama Siklus Hidup Nyamuk, siswa memahami empat fase perkembangan nyamuk; telur (1–2 hari), larva/jentik (5–7 hari), pupa (1–2 hari), hingga nyamuk dewasa (±2–4 minggu) sekaligus mengetahui bahwa fase larva adalah waktu paling efektif untuk pengendalian. Siswa juga dilatih membedakan empat vektor utama penyakit: Aedes aegypti (nyamuk DBD, aktif pagi dan sore, berkembang di air bersih tergenang), Culex sp. (nyamuk kaki panjang, aktif malam, vektor filariasis), Lalat Rumah (Musca domestica, vektor diare dan tifus), serta Lalat Hijau (Chrysomya megacephala, vektor diare dan infeksi luka). Pemahaman ini diperkuat melalui aktivitas tempel stiker interaktif pada poster “Kenali Musuh Kita!” yang membedakan zona bahaya, tempat jentik, dan area aman di lingkungan sekolah.
Dr. Kintan Limiansi, M.Pd., dosen Departemen Pendidikan Biologi FMIPA UNY, membimbing siswa menguji kualitas air menggunakan Kit Uji Kualitas Air Sederhana yang terdiri dari tiga alat utama: Beaker Glass untuk wadah air yang yang akan diselidiki warna, kekeruhan, dan aroma secara organoleptik; TDS-EC Meter untuk mengukur kadar zat terlarut (TDS, batas aman <300 ppm), daya hantar listrik (EC, <600 µS/cm), dan suhu air (22–33°C); serta Indikator pH berupa kertas indikator untuk mengukur keasaman air pada rentang aman 6,5–8,5. Siswa memahami bahwa air yang tampak jernih belum tentu aman penentuan kualitas air secara lengkap memerlukan pengukuran seluruh parameter tersebut.
Siswa juga mempelajari tiga kelompok parameter kualitas air: fisik (warna, aroma, kekeruhan, suhu, TDS, EC), kimia (pH, oksigen terlarut, BOD, COD, nitrat, amonia, logam berat), dan biologi (bakteri coliform), serta penggolongan mutu air Kelas I–IV berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021. Workshop ini menjawab kondisi di mana 82% siswa tidak mengetahui cara menguji kualitas air dan 87,5% sumber air di Langsa terkontaminasi pascabanjir.
Sebanyak 30 siswa kini berperan sebagai kader kesehatan lingkungan yang diharapkan dapat menyebarluaskan pengetahuan kepada teman sebaya, warga sekolah, dan keluarga mereka baik tentang cara menguji kualitas air maupun cara mengenali vektor penyakit dan menerapkan 3M Plus untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk pascabanjir. Siswa membawa pulang kit uji kualitas air dan modul edukasi sebagai bekal praktis memantau sumber air di rumah secara rutin, mengingat sumur bor dan sumber air pribadi idealnya diperiksa minimal satu kali setiap tahun dan lebih sering apabila terjadi banjir. Program ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat memberikan dampak langsung bagi sekolah dan masyarakat.
Sistem Informasi
Kontak Kami
Program Studi Biologi
(Gedung Baru FMIPA lt III depan Masjid Mujahidin Karangmalang)
FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
Kampus Karangmalang Yogyakarta 55281
email : biologi@uny.ac.id
Copyright © 2026,
