UNY Berdayakan Pokdarwis Banaran: Perkuat Ekowisata Mangrove Berbasis Mitigasi Bencana di Muara Progo

KULON PROGO – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sukses melaksanakan rangkaian kegiatan pendampingan dan edukasi bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Banaran di Dusun Bleberan, Kalurahan Banaran, Galur, Kulon Progo. Program ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terselenggara atas pendanaan Hibah PkM Kemdiktisaintek Tahun 2026. Program ini bertujuan untuk mentransformasi kawasan muara Sungai Progo menjadi destinasi ekowisata yang tangguh bencana. Kegiatan ini juga diikuti oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Tirto Manunggal dan Pemuda Banaran.

 

Kegiatan yang dipimpin oleh Kuntum Febriyantiningrum, S.Si., M.Sc. dari Departemen Pendidikan Biologi FMIPA UNY ini melibatkan pendekatan Participatory Action Research (PAR), di mana masyarakat diposisikan sebagai subjek aktif dalam pengembangan wilayahnya sendiri. Selain pakar ekologi, tim ini juga diperkuat oleh ahli teknik sipil dari Fakultas Teknik UNY, Dr. phil.  Galeh Nur Indriatno Putra Pratama, M.Pd. untuk rancangan pengembangan  infrastruktur dan pakar psikologi dari Fakultas Pfikologi UNY, Ulvina Rachmawati, M.Pd. untuk penguatan motivasi kelompok.

 

Rangkaian pendampingan mencakup berbagai workshop intensif, mulai dari interpretasi ekologi mangrove hingga teknik komunikasi pemandu wisata. Salah satu poin krusial adalah edukasi mengenai strategi Ecosystem-based Disaster Risk Reduction (Eco-DRR). Anggota Pokdarwis dilatih untuk memahami peran ekosistem mangrove sebagai natural breakwater atau pemecah gelombang alami guna memitigasi risiko tsunami dan abrasi di pesisir selatan. Selain itu, terdapat tiga jenis papan informasi (ekologi, bioindikator, dan mitigasi) yang masing-masing dilengkapi dengan QR Code. Saat dipindai, pengunjung akan langsung terhubung ke video edukatif berdurasi 2-3 menit yang menjelaskan keunikan muara Progo.

 

“Kami tidak hanya ingin membangun wisata, tetapi juga membangun kesadaran. Melalui teknologi ini, edukasi mitigasi dapat dilakukan secara mandiri oleh pengunjung sambil menikmati keindahan alam,” ujar Kuntum Febriyantiningrum dalam sesi sosialisasi dan penguatan kapasitas kelompok mitra.  Sebagai hasil nyata dari pendampingan, Pokdarwis Banaran kini memiliki tiga paket wisata unggulan yang terdiferensiasi:

  1. Paket Ekologi Mangrove: Fokus pada pengenalan spesies dan layanan perahu wisata.
  2. Paket Edukasi Kebencanaan: Mencakup informasi tsunami dan simulasi jalur evakuasi mandiri.
  3. Paket Birdwatching & Fotografi: Memanfaatkan potensi burung migran yang sering singgah di muara Progo.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas manajemen dan keterampilan sosial mitra hingga 75%. Selain penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) layanan yang baku.

Kegiatan ini menghasilkan dokumen Kerjasama antara FMIPA UNY dengan Pokdarwis Banaran dan KTH Tirto Manunggal yang mendukung tercapainya IKU 8.

 

 

Program ini memiliki nilai strategis dalam mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 2 melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam memberikan pengalaman belajar di luar kampus serta IKU 5 melalui hilirisasi dan penerapan hasil riset dosen secara langsung kepada masyarakat. Selain kontribusi akademis, inisiatif ini juga selaras dengan target global Sustainable Development Goals (SDGs), yakni mendukung SDG 8 dalam menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal, SDG 13 melalui aksi iklim dan mitigasi bencana berbasis ekosistem (Eco-DRR), serta SDG 14 dalam menjaga kelestarian ekosistem laut dan pesisir di muara Sungai Progo. Sinergi antara akademisi dan Pokdarwis ini mempertegas komitmen dalam mendorong transformasi wilayah yang mandiri, berkelanjutan, dan Tangguh.