Biologi UNY Perkuat Tata Kelola Kebersihan di Ekoeduwisata Bukit Cubung Melalui Edukasi Pemilahan Sampah dan Bantuan Sarana Pengelolaan Sampah

KULON PROGO – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari  Prodi Biologi Departemen Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) melaksanakan program pendampingan bagi pengelola destinasi wisata Bukit Cubung, Desa Jatirejo, Lendah, Kulon Progo. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas mitra dalam mengelola limbah resto melalui edukasi pemilahan sampah serta pemberian bantuan fasilitas kebersihan yang memadai.

Ketua Tim Pengabdi, Kuntum Febriyantiningrum, S.Si., M.Sc., menyampaikan bahwa langkah awal yang paling krusial dalam menjaga kelestarian ekosistem karst Bukit Cubung adalah disiplin dalam memilah sampah langsung dari sumbernya. Berdasarkan data observasi, Resto Bukit Cubung menghasilkan rata-rata 10–15 kg sampah per hari yang selama ini masih tercampur antara sisa organik dan anorganik.

“Fokus utama kami adalah memberikan pemahaman teknis kepada pengelola resto dan rekan-rekan Pokdarwis mengenai cara memisahkan sampah secara benar. Untuk mendukung hal tersebut, kami juga menyerahkan bantuan sarana fisik berupa tiga set tempat sampah terpilah,” jelas Kuntum di lokasi kegiatan.

Sarana tempat sampah yang diberikan memiliki kapasitas 50 liter per unit, yang terbagi dalam dua kategori utama: organik (hijau) dan anorganik (kuning). Penempatan wadah terpilah ini bertujuan agar sampah sisa makanan dari dapur resto tidak lagi bercampur dengan botol plastik atau material yang sulit terurai lainnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari  pengabdian kepada masyarakat skema Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) tahun 2026 yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa FMIPA UNY dengan mitra produktif BUMDes Binangun Jati Unggul. Target utama dari program ini adalah terciptanya sistem pengelolaan yang konsisten sehingga minimal 70% sampah di kawasan resto dapat terpilah dengan baik sebelum diangkut ke pembuangan akhir.

Direktur BUMDes Binangun Jati Unggul, Tristi Sintawati, S.E., menyatakan bahwa bantuan sarana dan edukasi ini sangat membantu pengelola dalam menjaga estetika dan kebersihan kawasan wisata. "Dengan adanya tempat sampah pilah yang baru dan edukasi dari tim UNY, kami berharap pengelola semakin disiplin dalam menjaga kebersihan, sehingga Bukit Cubung tetap nyaman dikunjungi sebagai destinasi ekoeduwisata," pungkasnya.

Melalui pemilahan sampah yang tertib, program ini diharapkan dapat menekan risiko pencemaran tanah dan air pada struktur karst yang sensitif di wilayah Jatirejo, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam hal konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

Label Berita: