Bahasa Indonesia
English
You are here
Dari Ruang Kuliah ke Aksi Nyata Konservasi: Mahasiswa Biologi UNY Tanam Mangrove untuk Masa Depan Pesisir Kulon Progo

Kulon Progo, 3 Oktober 2026 — Pembelajaran Mata Kuliah Biologi Laut membawa mahasiswa Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) terlibat langsung dalam kegiatan konservasi pesisir. Melalui praktikum pembibitan dan penanaman mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Banaran yang berdekatan dengan muara Sungai Progo, Galur, Kulon Progo, mahasiswa menerapkan pengetahuan ekologi sekaligus belajar merawat ekosistem pesisir.
Kegiatan yang diikuti oleh 17 mahasiswa semester lima ini menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Biologi Laut. Menurut, Tim Dosen Pengampu MK Biologi Laut, Kuntum Febriyantiningrum, S.Si., M.Sc. dan M.Ikhsan Al Ghazi, M.Pd, praktikum ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan pembibitan dan penanaman, serta pemahaman mengenai hubungan mangrove dengan kondisi lingkungan dan kehidupan biota di sekitarnya. Bersama dengan Tim Pokdarwis Banaran dan KTH Tirto Manunggal, mahasiswa belajar langsung dari praktisi lingkungan yang bergerak dalam bidang konservasi mangrove.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengenalan jenis mangrove dan pemilihan bahan tanam. Mahasiswa mempelajari ciri propagul atau benih yang matang dan sehat, menyiapkan media, serta mempraktikkan penyemaian sesuai karakter jenis mangrove. Setiap bibit diberi label untuk memudahkan pencatatan dan pemantauan pertumbuhan.
Tahap pembibitan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami bahwa menghasilkan bibit yang baik membutuhkan ketelitian dan perawatan berkelanjutan. Kondisi media, ketersediaan air, salinitas, dan pencahayaan menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Mahasiswa juga belajar mencatat pertumbuhan dan mengenali tanda gangguan pada bibit sebagai bahan evaluasi. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 100 bibit mangrove genus Rhizophora dan Sonneratia di lokasi yang telah ditentukan. Sebelum penanaman, mahasiswa mempelajari kesesuaian habitat, karakter substrat, serta pengaruh pasang surut terhadap kehidupan mangrove. Penanaman dilakukan dengan memperhatikan posisi bibit, kondisi akar, dan kestabilannya pada substrat.
.png)
Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 100 bibit mangrove genus Rhizophora dan Sonneratia di lokasi yang telah ditentukan. Sebelum penanaman, mahasiswa mempelajari kesesuaian habitat, karakter substrat, serta pengaruh pasang surut terhadap kehidupan mangrove. Penanaman dilakukan dengan memperhatikan posisi bibit, kondisi akar, dan kestabilannya pada substrat.
Di sekitar lokasi, mahasiswa mengamati bentuk perakaran mangrove dan keberadaan biota yang memanfaatkan habitat tersebut. Pengamatan ini menjadi bahan diskusi tentang keterkaitan vegetasi, sedimen, air, dan organisme dalam ekosistem pesisir. Dengan belajar langsung di muara sungai, mahasiswa dapat memahami hubungan antara proses yang berlangsung di daratan dan kondisi lingkungan laut.
Praktikum ini juga memperkuat pembelajaran yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Keterlibatan mahasiswa dalam pengamatan, praktik, dan evaluasi mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, terutama melalui pengembangan pengetahuan dan keterampilan untuk keberlanjutan lingkungan. Pembelajaran konservasi habitat pesisir juga sejalan dengan SDG 14: Ekosistem Laut.
Kegiatan ini turut berkaitan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui peningkatan pemahaman mengenai peran mangrove dalam penyimpanan karbon dan adaptasi pesisir. Sementara itu, pembibitan dan penanaman mendukung arah SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui perhatian terhadap pemulihan vegetasi dan pelestarian keanekaragaman hayati. Manfaat ekologis penanaman perlu dinilai melalui pemantauan kelangsungan hidup dan pertumbuhan bibit secara berkelanjutan.
Karena itu, mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa aksi konservasi tidak selesai pada saat bibit ditanam. Kesesuaian jenis dan lokasi, pemeliharaan, serta pemantauan menjadi bagian penting dari tanggung jawab terhadap kegiatan yang dilakukan. Data pembibitan dan penanaman selanjutnya disusun dalam laporan praktikum sebagai dasar refleksi dan evaluasi pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, mata kuliah Biologi Laut menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan tindakan di lapangan. Dari ruang kuliah menuju Muara Sungai Progo, mahasiswa belajar bahwa merawat masa depan pesisir dimulai dari memahami ekosistem dan menjalankan aksi konservasi secara bertanggung jawab. #SDGs 4
Accreditation

Information Systems
Contact Information
Department of Biology
Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Yogyakarta State University
3rd Floor, New Faculty of Mathematics and Natural Sciences Building, in front of Mujahidin Mosque, Karangmalang
Karangmalang Campus
Yogyakarta 55281
Indonesia
email : biologi@uny.ac.id
Copyright © 2026,