Seberapa Aman Pangan yang Kita Konsumsi? Depdik Biologi, FMIPA UNY Gelar Webinar untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Yogyakarta, 17  Oktober 2026. Kesadaran untuk memilih dan mengonsumsi pangan yang aman perlu terus diperkuat, tidak hanya di kalangan masyarakat umum, tetapi juga mahasiswa sebagai generasi muda yang memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pengetahuan. Berangkat dari pentingnya hal tersebut, Departemen Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Webinar Keamanan Pangan secara daring melalui Zoom Meeting.

Webinar ini menghadirkan Dian Tauhidah, M.Pd Staff Ahli dari Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Walisongo Semarang sebagai narasumber. Kegiatan ini terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat umum sebagai upaya memperluas akses terhadap edukasi keamanan pangan serta meningkatkan literasi masyarakat dalam memilih produk pangan secara cermat dan bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Dian Tauhidah, M.Pd membahas tiga topik utama, yaitu keamanan pangan, literasi pangan (food literacy), dan sertifikasi halal. Ia menjelaskan bahwa pangan mencakup segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan diperuntukkan sebagai makanan atau minuman, baik dalam bentuk pangan segar maupun olahan. Pemahaman mengenai karakteristik pangan dan potensi bahayanya menjadi dasar penting bagi konsumen untuk mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Selain keamanan pangan, peserta diperkenalkan dengan konsep literasi pangan (food literacy), yaitu kemampuan seseorang untuk memperoleh dan memahami pengetahuan tentang pangan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Literasi pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memilih makanan, tetapi juga mencakup empat domain, yakni perencanaan dan pengelolaan pangan, pemilihan pangan, persiapan dan pengolahan pangan, serta konsumsi pangan. Dengan literasi pangan yang baik, masyarakat diharapkan mampu merencanakan kebutuhan makanan, mempertimbangkan kualitas bahan, mengolah pangan secara tepat, dan menyesuaikan konsumsi dengan kebutuhan tubuh.

Pembahasan berikutnya berfokus pada kehalalan pangan dan sertifikasi halal. Narasumber menjelaskan bahwa aspek halal tidak terbatas pada bahan makanan, tetapi juga berkaitan dengan proses produksi, penggunaan peralatan, penyimpanan, distribusi, dan penanganan bahan. Dengan demikian, kehalalan suatu produk perlu dijaga melalui proses yang sesuai, bukan sekadar berdasarkan bahan yang digunakan. Peserta juga memperoleh informasi mengenai pengecekan produk yang telah tersertifikasi halal melalui basis data SIHALAL pada laman bpjph.halal.go.id. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa keputusan dalam memilih pangan tidak cukup hanya didasarkan pada tampilan, rasa, atau harga. Aspek keamanan, kualitas, informasi produk, serta kehalalan pangan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu peserta menjadi konsumen yang lebih kritis dan bijak dalam menentukan produk pangan yang dikonsumsi sehari-hari.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab, mahasiswa mengangkat sejumlah persoalan yang dekat dengan praktik di Masyarakat. Aziah Safa menanyakan mengenai usaha toko roti yang memproduksi kue dengan bahan mengandung rum, sementara produk lainnya ditujukan untuk memperoleh sertifikasi halal. Diskusi ini menyoroti pentingnya pemisahan produk, merek, dan peralatan agar tidak terjadi pencampuran atau kontaminasi yang dapat memengaruhi status kehalalan produk. Sementara itu, Nasywa mengangkat persoalan verifikasi pemasok bahan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Narasumber menekankan bahwa proses pengajuan dan pemeriksaan halal perlu memperhatikan rantai pasok, mulai dari pembelian bahan hingga pemasok yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa jaminan kehalalan perlu diterapkan secara menyeluruh dalam proses penyediaan makanan.

Peningkatan literasi keamanan pangan juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)  melalui penguatan kesadaran mengenai pangan yang aman sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan. Kegiatan ini juga relevan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan ruang pembelajaran dan penyebarluasan pengetahuan bagi mahasiswa serta masyarakat umum. Selain itu, penguatan kemampuan konsumen dalam memilih dan mengonsumsi pangan secara bertanggung jawab sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dalam konteks pembangunan nasional, kegiatan ini turut berkontribusi pada semangat Asta Cita, khususnya agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat.
 

 

Pelaksanaan webinar ini menunjukkan peran Departemen Pendidikan Biologi sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi persoalan nyata. Melalui kegiatan edukasi yang dapat diakses secara daring, pengetahuan mengenai keamanan pangan diharapkan menjangkau peserta yang lebih luas dan mendorong penerapan prinsip-prinsip pemilihan pangan yang aman dalam kehidupan sehari-hari. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh perspektif dari praktisi atau ahli, membangun jejaring, dan menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar pangan yang tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Melalui Webinar Keamanan Pangan, Departemen Pendidikan Biologi FMIPA UNY berharap literasi keamanan pangan semakin berkembang di lingkungan akademik maupun masyarakat luas. Upaya ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, berpengetahuan, dan bijak dalam memilih pangan, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs dan agenda pembangunan nasional.