Prodi Biologi UNY Hadirkan Pakar kelelawar Indo-Pasifik dari Australasian Bat Society, PacBat, dan University of Melbourne dalam Kuliah Tamu Mamalogi

Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY), menyelenggarakan kuliah dosen tamu bersama Harry Rust pakar kelelawar kawasan Indo-Pasifik, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan dalam mata kuliah Mamalogi ini diikuti oleh mahasiswa S1 Biologi serta mahasiswa S2 Pendidikan Biologi yang hadir sebagai peserta sit in.

Harry Rust, yang berafiliasi dengan Australian Bat Society, Pacific Bat Conservation (PacBat), dan University of Melbourne, membawakan materi mengenai keanekaragaman, ekologi, serta isu-isu terkini kelelawar di kawasan Indo-Pasifik. Melalui pemaparan yang dikaitkan dengan pengalaman penelitiannya, mahasiswa memperoleh perspektif mengenai kehidupan kelelawar dan berbagai tantangan konservasinya di kawasan tersebut.

Pembahasan dalam kuliah tamu ini menghubungkan materi Mamalogi dengan konteks penelitian lapangan. Keanekaragaman kelelawar, keterkaitannya dengan lingkungan, serta perkembangan isu penelitian dan konservasi menjadi bagian penting dari materi yang disampaikan. Kehadiran narasumber memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai kajian kelelawar dalam lingkup regional.

Dosen pengampu mata kuliah Mamalogi, Dr. Tatag Bagus Putra Prakarsa, menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari pengayaan pembelajaran dengan menghadirkan perspektif peneliti internasional. Keikutsertaan mahasiswa S1 dan S2 juga membuka ruang pembelajaran lintas jenjang dalam memahami hubungan antara keanekaragaman hayati, ekologi, dan konservasi.

Kuliah tamu ini merupakan salah satu implementasi kerja sama antara FMIPA UNY dan Indonesian Bat Conservation Research Union (InaBCRU). Kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi dalam mendukung pendidikan serta memperkenalkan perkembangan penelitian dan konservasi kelelawar kepada mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Prodi Biologi FMIPA UNY berharap dapat mendorong minat mahasiswa terhadap penelitian mamalia, khususnya kelelawar, sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya konservasi keanekaragaman hayati. Kolaborasi dengan InaBCRU dan jejaring peneliti internasional diharapkan terus membuka peluang pengembangan pembelajaran dan penelitian di lingkungan UNY.