Sinergi UNY dan Poktan Karyo Tomo Perkuat Ketahanan Pangan Pacitan Lewat Inovasi Pupuk dan Pengendalian Hama Alami

Pacitan, 1 Agustus 2026 — Berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meluncurkan program "Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Karyo Tomo melalui Inovasi Pupuk Alami Berbasis Sampah Rumah Tangga dan Implementasi Refugia untuk Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Pacitan". Kegiatan ini memperoleh pendanaan dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Rangkaian program berlangsung dalam beberapa tahap, meliputi sosialisasi awal, pengembangan teknologi, penyaluran bantuan alat, pelatihan, pendampingan lapangan, hingga evaluasi akhir. Tim dipimpin oleh Dr. Yunita Fera Rahmawati, S.Pd., M.Sc., beranggotakan Nidia Lestari, S.T., M.Eng., dan Nita Kusumawardani, S.E., M.Si., serta dibantu empat mahasiswa dari berbagai program studi. Sasaran program adalah Kelompok Tani Karyo Tomo yang menaungi 42 petani di wilayah Kabupaten Pacitan.

Fokus utama kegiatan ini adalah mengubah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dan pupuk organik cair (POC), sekaligus memperkenalkan metode Pengendalian Hama Terpadu (PHT) berbasis tanaman refugia sebagai langkah menekan ketergantungan petani pada pupuk dan pestisida kimia. Guna mendukung penerapan teknologi tersebut, tim menyerahkan bantuan berupa mesin pencacah limbah organik multifungsi, perangkat fermentasi POC, dan bibit refugia untuk lahan demplot seluas 1.000 m². Petani kemudian dibimbing melalui pelatihan pembuatan kompos dan POC, cara mengoperasikan mesin, penanaman refugia, pengemasan produk, hingga pengelolaan keuangan dan promosi digital di media sosial maupun marketplace.

Tak hanya aspek teknis produksi, tim pendamping turut membantu merancang kemasan dan label produk, menyusun pembukuan sederhana berbasis Excel, menghitung harga pokok produksi (HPP), serta merumuskan strategi pemasaran daring agar produk pupuk organik yang dihasilkan lebih kompetitif di pasaran.

Menurut Dr. Yunita Fera Rahmawati, S.Pd., M.Sc. selaku ketua tim, sasaran akhir program ini adalah menumbuhkan kemandirian kelompok tani melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, penguatan keterampilan produksi, serta tata kelola usaha yang lebih tertata. "Harapan kami, Poktan Karyo Tomo dapat menghasilkan pupuk organik berkualitas baik, semakin sedikit bergantung pada pupuk kimia, mulai menerapkan refugia sebagai solusi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, dan usahanya berkembang mandiri lewat pengelolaan serta pemasaran berbasis digital," ungkap Yunita.

Sementara itu, Gati selaku Ketua Poktan Karyo Tomo mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kontribusi UNY dan Kemendikti Saintek. Ia menilai bantuan teknologi beserta pendampingan yang diterima kelompoknya membuka jalan bagi peningkatan mutu produksi sekaligus perluasan jangkauan pasar produk mereka. Ke depan, UNY berharap program ini mampu mendongkrak kapasitas anggota kelompok tani, menumbuhkan unit usaha pupuk organik yang berkelanjutan, mendongkrak omzet, serta menekan biaya produksi melalui pemanfaatan pupuk organik dan penerapan refugia sekaligus menjadi contoh model pemberdayaan yang bisa diterapkan pada kelompok tani lain di Pacitan.